Selasa, 17 April 2012

weakness

gue butuhnya cowok yang bisa handle gue. yang bisa nenangin gue dalam situasi apapun, yang bisa jadi tempat bersandar gue, yang kuat!yang mandiri! bukannya manja dan cengeng. yah, cowok manja yang gue maksud dalam tanda kutip ya, gak berlebihan. cowok yang punya pemikiran dengan tingkat Percaya Diri yang tinggi memang bagus, tapi please, jangan KEJAUHAN dan KETINGGIAN juga. usia masih 15 tahun, dan omong2an berat seperti pernikahan, dengan siapa lu mau nikahnya, sangat enggak pantes buat di omongin anak se-usia gue-.- bukannya mau sok tua atau gimana, tapi coba aja lo pikir. menggelikan enggak tuh? pacaran jangan terlalu di bawa seriuslah, apalagi di umur yang still tergolong ingusan begini. bagi gue yang masih 15 tahun ini, pacaran itu cuma status hubungan yang lebai, yang mengekang seseorang dari sesuatu yang di sukainya. lo pasti tau seperti apa, example, lo harus berhenti ngeceng seseorang teralu over, it makes your boy/girl friend jeolous. am i right?
Jujur aja, gue juga sedang berpacaran kok. tapi, dalam kamus gue, berpacaran itu enggak harus di penuh dengan hal-hal yang berbau romantis dengan kata-kata atau tindakan, seperti berciuman dan lainnya. bagi gue,pacaran itu salah satu bentuk komunikasi yang mendukung satu sama lain, menjaga satu sama lain. dan, pacaran itu enggak mengenal cinta, bagi gue, cinta itu cuma bisa di rasakan waktu lo udah bener-bener memiliki hubungan spesial dengn orang itu, pacaran itu enggak spesial loh. pacaran merupakan kata lain dari sahabatan. tapi dalam hal ini, mereka terlalu memakai perasaan sehingga emosi seringkali terlibat, padahal masalahnya sepele.
Fauzan, adalah pacar gue sekarang ini, gue sayang sama dia, tapi gak cinta. gue belom paham gimana cinta sebenarnya, walaupun si Fauzan ini udah ngejelasin sampai ribuan kali cinta itu.gue bilang ke dia, kalo gue sayang sama dia, gak lebih, cinta juga enggak. gue nganggep dia sahabat terbaik gue. sekuat apapun gue mencoba buat memakai perasaan gue, tetep gak berhasil, cuman sayang doang yang ada, perasaan kangen dan ingin bertemu pasti wajar, siapa yang enggak kangen sama sahabat lo sendiri? gue pengen banget jujur ke dia, gue udah pernah bilang, gue nganggep fauzan itu seperti abang, tapi enggak tau deh reaksi asli dia gimana, apaka dia ngerti maksud gue atau gimana. dalam hal ini mungkin gue tergambar seperti orang yang egois, jahat, cuma mau memikirkan gimananya gue. tapi enggak kok, gue mikirin setiap perasaan orang, gue juga jaga tiap tutur kata gue, sampai-sampai gue takut buat berbicara sama orang itu. seriusan. tapi, terkadang sesuatu yang frontal harus di pakai juga, biar orang itu nyadar dan mikir sendiri. yaah, intinya gue masih butuh keberanian lebih buat ngatain sebenarnya ke fauzan. gue sayang lo sebagai sahabat gue. dan rasa sayang gue ke elo dan orang-orang lain, termasuk keluarga gue, semuanya memiliki intensitas yang sama. semuanya sama bagi gue. gue gak punya sahabat loh, ue cuma punya temen dekat dan itu banyak. tapi sahabat? gue belom pernah punya, *fyi. thanks for reading this :)

life is..